Ujian Tugas Akhir Program Studi Penyuntingan Audio dan Video Tahun Akademik Genap 2025/2026 Berlangsung Lancar

Blitar, 21 Mei 2026 – Program Studi Penyuntingan Audio dan Video Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir Tahun Akademik Genap 2025/2026 pada Kamis, 21 Mei 2026 di Laboratorium A410. Kegiatan ini merupakan tahapan akhir yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas hasil penelitian maupun karya yang telah diselesaikan selama proses penyusunan tugas akhir.

Ujian Tugas Akhir diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir Program Studi Penyuntingan Audio dan Video yang telah menyelesaikan proses penyusunan tugas akhir sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta mempresentasikan hasil penelitian atau karya yang telah dikembangkan di hadapan tim dosen penguji untuk memperoleh penilaian sekaligus masukan penyempurnaan.

Pelaksanaan ujian bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa, baik dari aspek penguasaan teori, kemampuan teknis, maupun keterampilan dalam menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Selain itu, ujian ini menjadi salah satu syarat akademik bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Penyuntingan Audio dan Video.

Kegiatan berlangsung secara bergiliran, diawali dengan presentasi hasil tugas akhir oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan demonstrasi karya apabila diperlukan, serta sesi tanya jawab bersama dosen penguji. Pada sesi tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan konsep, proses produksi, metode yang digunakan, hingga hasil yang diperoleh selama pengerjaan tugas akhir. Tim penguji kemudian memberikan evaluasi, kritik, dan saran yang bersifat konstruktif guna meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.

Suasana ujian berlangsung tertib, kondusif, dan penuh semangat akademik. Para mahasiswa menunjukkan kesiapan dalam mempertahankan hasil tugas akhirnya, sementara dosen penguji memberikan penilaian secara objektif berdasarkan kualitas karya, penguasaan materi, kemampuan presentasi, serta ketepatan dalam menjawab pertanyaan.

Melalui pelaksanaan Ujian Tugas Akhir ini, Program Studi Penyuntingan Audio dan Video berharap para lulusan mampu menghasilkan karya yang inovatif, kreatif, dan memiliki daya saing di dunia kerja maupun industri kreatif. Selain menjadi bentuk evaluasi akhir proses pembelajaran, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen program studi dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi di bidang audio dan video.

Seminar Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran, BMPS Kota Blitar Dorong Guru Beradaptasi dengan Era Digital

Blitar, 13 Mei 2026 – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Blitar menyelenggarakan Seminar Penerapan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Pembelajaran pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di dunia pendidikan.

Seminar diikuti oleh guru-guru sekolah swasta se-Kota Blitar dan dibuka secara resmi oleh Ketua BMPS Kota Blitar, Dr. H. Syaikhul Munib, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan menuntut para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI dapat menjadi sarana pendukung yang membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif tanpa mengurangi peran utama guru sebagai pendidik dan pembimbing peserta didik.

Turut memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, A.P. Beliau mengapresiasi inisiatif BMPS Kota Blitar dalam menghadirkan seminar yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Dalam sambutannya, beliau berharap para guru mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mempercepat penyusunan perangkat ajar, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

Seminar menghadirkan Moch. Kholil, S.Kom., M.T., dosen Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menjelaskan perkembangan teknologi Artificial Intelligence yang kini telah menjadi bagian dari berbagai sektor, termasuk pendidikan. Guru tidak lagi hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara mengintegrasikan AI secara efektif untuk mendukung proses pembelajaran.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep Artificial Intelligence, pemanfaatan berbagai platform AI untuk dunia pendidikan, teknik menyusun prompt yang efektif, serta praktik penggunaan AI dalam menyusun modul ajar, bahan presentasi, media pembelajaran, soal evaluasi, hingga pembuatan konten pembelajaran yang interaktif. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika penggunaan AI, pentingnya melakukan validasi terhadap informasi yang dihasilkan, serta menjaga integritas akademik dalam setiap proses pembelajaran.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan berbagai aplikasi AI, praktik langsung, dan diskusi bersama peserta. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab maupun praktik, di mana para guru mencoba memanfaatkan berbagai platform AI untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu.

Melalui seminar ini, BMPS Kota Blitar berharap para guru semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital di dunia pendidikan. Pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkaya inovasi media ajar, serta mendukung terciptanya proses belajar yang lebih kreatif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara BMPS Kota Blitar, Dinas Pendidikan Kota Blitar, dan perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab.